Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB) merencanakan akan mengembangkan sebuah perangkat lunak (software) antiplagiat, untuk menghindari terjadinya kembali kasus plagiarisme di lingkungan kampus ITB.
“Rencana itu (pembuat software anti plagiat) sudah ada, tapi karena harganya yang cukup mahal maka kami berniat untuk mengembangkan software tersebut,” kata Rektor ITB, Prof Akhmaloka, di Bandung, Jumat.
Ia menegaskan, langkah lainnya yang ditempuh ITB afar kasus sejenis tidak terulang ialah dengan menyempurnakan konsep “Academic Environment” yang dapat menjamin tegaknya kinerja, kualitas serta nilai-nilai akademik yang baik serta membanggakan semua pihak.
“Untuk saat ini, kami rasa upaya-upaya penyempurnaan academic environment akan kami jalankan guna mencegah terjadinya kembali kasus plagiat,” ujar Akhmaloka.
Sementara itu, selian memberikan sanksi kepada pelaku plagiat, Mohammad Zuliansyah, tiga pembimbingnya, yaitu Carmadi Machbub, Suhono Harso Supangkat, dan Yoga Priyana juga mendapatkan sanski berupa teguran tertulis dari ITB.
POLITEKNIK : Bangkit mendukung Kinerja Pembangunan
10 tahun yang lalu

